Kilas balik pengobatan UKM LSOP Teratai Tunjung UNUD, 7-9 Maret 2009

Setelah menunggu sekian lama akhirnya minggu kemarin dari tanggal 7-9 maret 2009 UKM LSOP Teratai Tunjung Universitas Udayana Bali mengadakan kegiatan pengobatan. Senang rasanya bisa berkumpul kembali dengan saudara-saudara yang saya ajak tumbuh dan berkembang di organisasi selama hampir 6 tahun, yah walaupun bisa dikatakan masih seumuran anak TK, namun ikatan persaudaraan kami sudah seperti gula dan air..hehe.rasanya manis, walaupun kadang-kadang saking manisnya jadi pahit..hehe.

Nah sedikit unik kegiatan pengobatan kali ini karena beberapa tahun silam orientasi pengabdian dengan pengobatan gratis yang kami lakukan ditujukan kepada masyarakat umum di luar lingkungan kampus, sedangkan kali ini kami coba menggebrak ke dalam lingkungan kampus, yaitu ditujukan para dosen dan staff rektorat tempat saya dulu berkuliah. Dengan tidak bermaksud meninggalkan makna dari kata ‘pengabdian masyarakat’ maka pengobatan yang kawan-kawan UKM lakukan, semula hendak di buat ‘free’ alias gretongan, karena efek dari pengobatan gratis yang akan dilakukan dosen dan staff lingkungan kampus pun sebenarnya sudah memberikan celah kemudahaan di berbagai lini dalam kampus, ambil contoh sederhana adalah dana tahunan UKM dan beasiswa. Nah timbal balik ini saja sebenarnya sudah bisa menjadi nilai yang wajar untuk kegiatan yang akan kami lakukan tersebut, namun karena desakan dari pihak pejabat rektorat sendiri maka akhirnya pengobatan yang dilaksanakan tanggal 7-9 maret 2009 di pungut biaya. Kalo saya melihat dari kaca mata pribadi dengan adanya biaya yang harus dibayarkan oleh calon pasien, saya rasa sangat teramat wajar, karena skill yang kita punya juga bukan didapat gratisan, kita belajar, berusaha dan mengeluarkan dana untuk mendapatkan skill tersebut, so wajar toh kalo ada biayanya.

 Antusias kawan-kawan di UKM untuk mempersiapkan acara ini sungguh patut diancungi jempol, beberapa kegiatan pra pengobatan telah dilakukan untuk memperkuat jari jemari yang akan di pakai pada saat pengobatan. Namun masih dirasa kurang memuaskan, karena banyak diantara kami yang masih canggung dan kurang yakin dengan keahlian yang dimiliki. Melihat ini semua Mas Andy selaku pelatih mencoba mencari ide bagaimana caranya kawan-kawan yang baru saja memperolah skill ‘reflexology’ bisa segera memperoleh passien untuk menambah jam terbang. Dua diantaranya mengadakan pengobatan ke lingkungan SD [guru] dan staff TU di bukit, alhasil banyak pengalaman yang bisa di dapat, yah paling minimlah bisa bertatap muka dengan pasien yang sebenarnya, melatih kelenturan dan kekuatan tangan serta analisa yang mendukung diagnosa penyakit dalam reflexology tersebut.

Tibalah hari yang dinanti, tanggal 7 maret merupakan starting point kami. Hari pertama kali kami membuka diri lagi ke masyarakat setelah setahun yang lalu. Saya kebagian pasien pertama seorang Profesor. Tak lebih dari 45 menit saya coba memberikan segala sesuatu yang saya punya. Seusai sesi terapi sempat saya ngobrol-ngobrol dengan pasien saya tersebut, dan beliau menanyakan perihal keluhan yang dialaminya tersebut. Tidak banyak memang namun tau sendirilah pertanyaan seorang Profesor. Untuk hari pertama saya hanya dijatah satu pasien saja, yah lumayan dari pada tidak dapat sama sekali.

Di hari kedua tanggal 8 adalah hari minggu, harapan kami sih pasien bisa datang lebih banyak dari hari pertama. Dua kali pasien yang datang hampir menjadi korban jemari saya hanya sayang harus dialihkan ke kawan-kawan penerapi yang lain..hehe..wajarlah karena saya yang paling pertama datang diatara kawan penerapi diluar panitia..wekeke.. Dan hari kedua saya tidak dapat satupun pasien, tapi setidaknya saya bisa ngenet gratis. Oh iya saya hampir lupa, ada satu alumnus Univ. Udayana yang rela datang jauh-jauh dari Jawa untuk bisa ikut ambil bagian dalam acara pengobatan kali ini. Mas Mamat di udang Mas Andy untuk bisa hadir, yah asik banget bisa ngumpul lagi kek jaman kuliah dulu. Sempet ngobrol-ngobrol dengan Mas Mamat, wah ternyata dia rajin menabung rupanya. Hayo tebak menabung apa? Hehehe..Ternyata Mas Mamat rajin menabung penyakit..gubrakk..dan masih di hari kedua akhirnya saya mendapat dua pasien dari penerapi sendiri, Mas Mamat dan Bli Yande. Heh dasar Bli Yande ini ada juga keluhannya, tapi bisa dimaklumi keluhan yang biasa muncul karena bekerja di dominasi oleh kerja otak dan kebanyakan duduk serta pola makan yang acak kadul. Sangat menarik bila saya menerapi penerapi, karena pasien juga sebagai penerapi, jadi pasien itu tau mana pengambilan ‘yes point’  yang tepat oleh penerapi, sehingga terjadi mutualisme diatara keduanya.

Lanjut lagi di hari ketiga, kami tetap berharap di hari ketiga setidaknya jumlah pasien yang datang bisa melebihi hari pertama dan kedua. Akhirnya saya kebagian lagi pasien pertama di hari ke tiga. Senengnya bukan main, akhirnya ada korban lagi..wekeke.. Pasien ini adalah paman dari salah satu anggota UKM, beliau mempunyai keluhan jantung dan paru-paru. Hmm, ini perlu penanganan agak spesial. Sehingga saya putuskan untuk memberi waktu lebih banyak. Ternyata beliau antusias sekali dan kooperatif, jadi sesi terapi banyak dimaanfaatkan oleh tanya jawab sambil saya menerapi beliau. Diakhir sesi pasien ini menanyakan untuk kelanjutan dari terapi, saya sepenuhnya menyerahkan ke rekan-rekan panitia untuk segera di buat schedule dan terapi dapat dilakukan secara private.

Tak di nyana di hari ketiga ini kami mendapat kejutan spesial. Kami kedatangan rombongan keluarga pak Joseph Theodorus Wulianadi atau sering dikenal dengan pak Joger. Yup beliaulah pemilik pabrik T-shirt yang terkenal di Bali itu. Saya kebagian menerapi Pak Jogernya, hmm. Ada yang menarik dari sesi terapi yang saya lakukan, saya tidak bermaksud mengambil suatu kesimpulan dari analisa hanya dengan pengamatan visual saja. Namun nyatanya itu yang terjadi. Perawakannya kekar, putih, gondrong dan chinese, dari hasil wawancara beliau hanya mempunyai satu keluhan, cuma sakit pinggang itu pun setelah lama dicari-cari..hehe. Lucunya ketika sudah pada sesi terapi, ada zona khusus yang saya ambil dan ternyata. “uhuk..uhukk..uhukk..” kontan saja batuk berdahak nya pak Joger kambuh. Oh tenyata ada keluhan lain rupanya, pikir saya. Kemudian ada beberapa zona tambahan yang saya ambil ketika menerapi beliau setelah mengetahui ada keluahan seperti itu. Selama terapi beliau berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan suara kesakitan atau mendesih kesakitan [malu kali yee], namun itu tidak menjadi masalah, wong jeritan sakit bukan yang mutlak kok..hehe..Seusai terapi beliau menanyakan perihal kegiatan yang kami lakukan. Nah ini lah kesempatan saya untuk sedikit ‘menyentil’ pasien satu ini. Beliau mencoba membandingkan cara kami menerapi dengan pengalamannya selama ini melintang di dunia per spa an dan bahkan di luar negeri sono, dan beliau sendiri mempunyai bisnis spa [tuna netra]. Mengenai sesi tanya jawabnya off the record aja.wekeke.

Lumayan banyak pasien di hari ketiga, setidaknya mengobati gundah hati panitia karena hari pertama dan kedua sepi pungunjung. Dari acara pengobatan ini sangat memberikan saya ‘soul therapy’ [ngutip blog nya bli yande] karena keseharian bekerja dengan keyboard dan monitor, selama 3 hari ini bekerja dengan jari dan kaki..hehe..sensasi yang luar biasa. Mengakhiri tulisan ini Thanks to all my broda n sista di UKM TT UNUD atas gawean yang asik and cool ini, kapan-kapan kita ngadain lagi yah

Sekian terima kasih.

About these ads

4 comments on “Kilas balik pengobatan UKM LSOP Teratai Tunjung UNUD, 7-9 Maret 2009

  1. PERTAMAXXX

    iya nih, dua hari terlewati tanpa menerapi seorang pasien pun! Akhirnya hari ketiga saya lebih memilih nerapi keluarga ajah wekeke… lagian emang ada acara keluarga jd sekalian

    btw hasil kedatangan kita ke HUT TT kemaren bro, siap2 di bulan April dananya bro kayaknya bakal ada program khusus lagi nee

    Sige said
    Alo Bli, apa mau dikata emang lapak kita lagi sepi pengunjung.wekeke..setidaknya dapat ngumpul dan ngenet gratis.

    Oh iya lagi berusaha ney Bli,semoga bisa ikut dah acara di pusat.

    Trims yow

  2. Wah,kayanya seru juga acaranya bro. Seumur-umur aku baru sekali di refleksi waktu masih SD. Itu juga sebenernya cuma nemenin orang tua, tapi jadi ketiban sial disuruh refleksi juga karena lagi pilek. Jadilah pulang nangis2 :-P hehhehe. Ada yg pulang sambil nangis ga kemaren bro? :-P hehe

    Sige said
    Alow Bro Koncu..hehe..iya aseli asik banget, saya bisa reunian ma anak-anak.

    Heh?? bused dah, SD udah lama banget tuh..wah kalo ampe nangis berati penerapi nya kurang handal, harusnya kalo nerapi anak-anak ke bro kocu dahulu, itu perlu diambil zona lidah [kasi permen]..wekekeke..jadi ndak ada tuh isitlah nangis-nangis…

    Kalo kemarin ndak ada pasien yang ampe nangis coz udah dikasi balon ma permen ma panitia..wekkekeke

  3. Wah UKM LSOP TT unud tambah maju, bravo. wah dulu tahun 2000 masih kembang kempis. ngomong2 mas mamat gimana kabarnya? hahaha, sekali lagi bravo2

    Sige said
    Wahhh apa kabarmu mas Hengky, lama tak bersua yah..eh tiba2 kita ketemu disni..
    Mas mamat udah balek ke jawa mas, bravo juga mas…

  4. Salam kari madi,
    Mohon disebarkan kepada sodara2 Teratai Tunjung agar berhati-hati jika terlibat hutang-piutang dgn ex pelatih bernama BUDI PRATIKTO alias KI WIRYO TEJO dari Malang. Dia memanfaatkan seduluran dan rasa sungkan murid/yuniornya untuk kepentingan pribadinya. Sudah banyak yg jadi korban penipuannya dan tidak ada tindakan apapun dari organisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s