Air terjun Nung-nung yang lestari

Begitu cepat hari berlalu akhir-akhir ini atau mungkin saya yang telalu sibuk dengan diri, pikiran dan keseharian yang sedari dulu [mengutil dari lagu orang dikit] dan hingga saat ini hanya bergumul dengan benda hitam kotak berpedar yang saya kenal dengan si mon mon [monitor] dan tikus pemalas lebih akrab bila saya sebut mouse, tentu saja semakin setianya si PC tua dengan ID MTPC092 yang kian hari mulai ngadat-ngadat.

Hmmm, marilah hari ini lupakan sejenak aksesoris kantor tersebut, sekarang mari berbincang tentang keindahan, kesejukan, kenyamanan, kebebasan dan kawan sejati. Mari berbicara tentang ibu nya dunia ini,  mari berbicara tentang alam.

Sudah seabad rasanya saya tidak menulis tentang perjalanan menelusuri garis putih pembatas jalan di sepanjang pulau Bali, hik hik.. jadi inget sewaktu ke jatiluwih.. jadi kebayang waktu ke sanur pagi-pagi.. hayah.. mari mulai saja.

Beberapa pekan yang lalu saya sempat meluangkan waktu untuk kembali mengunjungi alam di daerah Kabupaten Badung, tepatnya di kecamatan Petang. Di kecamatan Petang terdapat beberapa objek yang bisa dikunjungi, salah satunya adalah air terjung Nung-nung.

Bila ditempuh dari Denpasar maka diperlukan waktu kurang lebih 1 jam dengan mengendarai motor. Beberapa objek wisata akan kita lewatkan bila kita hendak berwisata ke air terjun yang terbesar dan satu-satunya di Kabupaten Badung, diantaranya adalah Sangeh dan Tanah wuk. Terdahulu saya sudah pernah mengunjungi air terjun Nung-nung dua kali. Pertama sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah [SMA] dan sewaktu awal ketika mulai bekerja.  Antara kunjungan saya yang pertama dan kedua mungkin berselang antara 4-5 tahun, tapi tidak banyak perubahan yang terjadi saat itu, masih bagus dan indah. Sekarang kunjugan saya yang ketiga dengan selang waktu 2 tahun, saya rasa pasti tidak akan banyak yang berubah [setidaknya itu yang saya pikirkan selama dalam perjalanan].

Tak perlu banyak bercerita tentang susana perjalanan menuju tempat ini, yang pastinya udara sejuk, alam yang indah sudah pasti akan ada di setiap cerita saya, karena memang seperti itu adanya [Bali gitu loh..] Ok lanjut lagi, memasuki areal wisata air terjun Nung-nung kita hanya dikenakan tiket [jangan pakai kata karcis karena sedikit berabau tempat parkir..hehe ] sebesar Rp.3000,-. Tidak mahal memang dan bila dibawa keanalisa ekonomi sudah pasti anda akan diuntungkan, karena dengan modal Rp.3000,- maka anda mendapatkan keuntungan yang tiada ternilai harganya, keuntungan yang saya sebut dengan ‘kebahagian’.. wekeke.. jadi ngelantur yah.

Untuk bisa mencapai site pointnya maka kita hanya perlu menuruni beberapa ratus anak tangga, tidak terlampau banyak hanya saja perlu sedikit berhati-hati karena pada saat saya ke sana kebetulan sedikit gerimis jadi jalan dan tangganya menjadi licin.

pic 1

Menuruni anak tangga adalah bagian yang sangat mengasyikan, sambil menghitung berapa kali puluh tangga sambil sesekali mengintip pemandangan menghijau perbukitan dan gunung yang berada di perbatasan Badung dan Bangli. Satu, dua, tiga.. seratus, seratus lima puluh.. wekss.. capee juga ternyata. Syukurlah selama menuruni anak tangga telah disediakan beberapa bale bengong untuk beristirahat, mungkin ada 4 yah kalau saya hitung-hitung, jadi tidak perlu khawatir karena sudah ada tempat beristirahat.

 pic 2

Nah akhirnya saya tiba pada tempat yang saya tuju, tepat berada di bawah air terjun Nung-nung. Berikut beberapa gambar yang sempat saya abadikan.

pic 3

 

pic 4

Wah ternyata airnya deras banget, saya sampai basah kena embun. Sewaktu saya mengunjungi air terjun Nung-nung sudah banyak ada pengunjung lain yang juga sedang  menikmati indahnya objek wisata air terjun yang terletak di wilayah kabupaten Badung. Ada yang mandi, berfoto-foto maupun hanya sekedar melihat-lihat saja.

Tidak puas hanya melihat dan berfot0 ria, saya penasaran dan ingin mendekati air terjun, alhasil celana dan baju basah.. hehe. Sungguh sangat mengasyikan berhadap-hadapan dengan derasnya air terjun Nung-nung. Cuma rada takut juga kalo seandainya tiba-tiba air bertambah besar dan besar.. ahhh.. takut.. he.he. Tapi syukurlah tidak, itu cuma khayalan negatif saya.

berhadapan

Wah bener-bener basah dueh, untung saja barang-barang penting yang rentan rusak kena air sudah saya ungsikan terlebih dahulu. Tapi tidak apalah basah-basahan yang penting asik dan menyenangkan.

Hmmm.. hari sudah semakin sore dan perjalananan kali ini harus diakhiri. Dan sekaranglah diperlukan semangat extra untuk menaiki tangga sekian ratus. Hayah, turunnya asik naiknya sungguh sangat melelahkan, sepertinya anak tangganya tidak habis-habis untuk dinaiki.

Akhirnya saya memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati bekal yang saya bawa  di sebuah bale bengong yang memang diperuntukan untuk beristirahat. Benar pikiran saya di awal, tidak banyak yang berubah di sini, masih seperti 4 tahun, 2 tahun yang lalu. Capeknya naik tangga masih sama..hehe..

Sudahlah, semangat dan tenaga sudah terkumpul lagi, saatnya menaiki sisa tangga dan kemudian cao dari tempat ini.

Dan akhirnya akhirnya.. sampai juga di parkiran, aduh kaki terasa seperti habis berlari jauh, agak sakit dan kaku.. hik.. hik.. dan basah juga. Tapi tak apalah yang penting happy. Setelah selang 6 tahun ternyata objek wisata air terjun Nung-nung masih terjaga dan terawat dengan baik, saya sangat bersyukur karena Beliau telah menitipkan alam yang begitu indah di Bali ini dan tentunya sangat berterimakasih kepada semua masyarakat yang selalu menjaga lestarinya alam Bali. Mengakhiri tulisan singkat ini, mari kita selalu peduli dan menjaga kelestarian dan keindahan alam Bali yang kita huni, semoga 10, 20,100 tahun nanti indahnya Bali yang terkenal keseluruh dunia masih bisa dinikmati anak cucu kita.

Sekian, terima kasih.

 

0 thoughts on “Air terjun Nung-nung yang lestari

  1. namanya lucu ya…air terjun nung nung…
    banyak juga anak tangganya, turunnya sih nggak apa-apa….naiknya itu nanti wehehehe…

    Sige said
    Alow Bro, iya namanya unik. Kalo di Buleleng air terjunnya disebut dengan Git-git, karena letaknya di desa Git-git, mungkin air terjun Nung-nung disebut demikian karena letaknya di desa Nung-nung.

    Weleh, iya bro naiknya bener2–weleh..weleh..

    Trims Bro.

  2. OOO ne to ternyata asala muasal barong Nung Nung Kling…

    sepi kykne bro, sing takut?? hahaha

    Sige said
    ALow bro, bih sing tawang bro, pang sing pelih nyen.

    Rame sebenarne, cuma sengaja alih pang sing ngenah jeleme-jeleme ane lenan,hehe..takut sing lah, cuma ne ngae ngesir bulu kalonge ditu ada care bale [mungkin bekas WC] kosong di areal air terjun to. Yen siang pagi sore bani, yen peteng sandikala…bih luungan jumah bubuk..

    Trims BRo

  3. Wah…Indah banget bro…Tangganya licin gak ya?
    Coba diperbaiki, pasti lebih sip ya bro…

    Rumah baru
    http://humorbendol.com

    Sige said
    Alow Bro bendol..iya indah yah..jangan lupa mampir ke air terjun nung-nung..
    Licin kalo ujan aja sie bro, kalo ndak ujan ndak licin, tenang aja ada tempat pegangan kok..so pasti aman

    Oh okok, meluncur ke rumah yang baru. selamat yah.

  4. Ane pernah juga sekali kesana, tempatnya memang bagus. Cuman agak sedikit jauh juga dari jalan raya, apalagi medannya cukup berat. Tapi asyik juga buat hiking…

    Sige said
    Alo Bro.yupss tempatnya emang agag jauh ke bawah..perlu stamina yang OK untuk menaiki tangganya yang bejibun..
    Trims komentnya

  5. aih, ga pernah ke tempat seperti itu..
    basah-basahan ya? lain kali bawa baju ganti yang banyak..
    hahaha.

    Sige said
    ALo ross…hayo sekali-kalo refresh ke alam..pasti menyenangkan..
    Ho oh basah basahan..ampe mules perut karena basah..

    Tnx comentnya

  6. aduh sumpah keren abiz, klo di Mksr ada air terjun bantimurung, nggak kalah indah jg..hehe…so mau k mksr jg g bli? hehe

    Sige said
    Aloo Sarah..iya kerenzzz..hah? di Makasar juga ada??? wahhhhhh posting dungg! saya juga pengen liat ney…posting yah yah yah..

    Trims

  7. Wah… pengen ke sini juga bro! Lokasi melewati sangeh dan tanah wuk… hm… (buka peta cari2 lokasi sambil garuk2 kepala) hm…

    Tapi aman ga bro jalanya buat bawa bayi, agak serem kalo2 licin, nanti gampang kepeleset 🙂

    Sige said
    Halo broo Kocu..iya bro lokasinya melewati sanger ma tanah wuk..oh hari gini pake peta, pake googel map aja pasti nemu kok

    hmmm kalo bawa bayi mending hati-hati aja, karena tangganya banyak dan sedikit licin kalo musim ujan..

    Selamat berlibur..

    Trims

  8. *liat tgl posting* ternyata sama juga, lagi males ngeblog ya? wekeke…

    Sige said
    Alo Bli..haha..cuma sedikit jeda antar postingan kok..wekekeke..

    Tunggu aja postingan berikutnya..masih ngantri untuk di publish..

    Thanks

  9. air terjunnya mirip Grojogan Sewu di daerah Tawangmangu Solo. harus turun pakai tangga dulu untuk sampai ke sana.
    bedanya mungkin di Grojogan Sewu ini banyak monyet.

    Sige said
    Ah masa bro..wahhh pasti bagus banget yah di Grojogan Sewu di daerah Tawangmangu Solo tuh, btw posting yah mengenai air terjun tersebut..pasti seru ngabaca sambil ngeliat gambarnya..

    Trims komentnya

  10. tirta says:

    tempatnya memang bgs bgt, tapi dateng dari sana kakinya lumayan mau patah he he …..
    kok nggak bilang2 mo ke air terjun kan bisa tak bawain bekel ya he he … lumayan dkt dr rumah…
    tulisannya bgs …..!!!

    Sige said
    Ho oh, iya Dek, bagus banget tempatnya….hahaha..kalo capek nya itu bener2 terasa, nanti kapan-kapan saya maen kerumahnya Dek dah..ditunggu yah..hehe

    Trims

  11. they ta says:

    tempat na indah too.
    sya prnah ksana
    wih sejuknya, walaupn kita harus berjuang keras untuk naiknya.

    Sige said
    Alowww They Ta,
    Trims kunjungannya…bener-bener dah tempat yang asik, Bali emang ndak ada matinya..

    Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *