Aku masih merindukanmu

Setelah beberapa hari bahkan beberapa minggu menantikan hujan akhirnya semalam guyuran segar menenangkan seantero kerobokan.

Sore kemarin ketika memasuki perbatasan Kerobokan, nampak gelayut awan hitam bercampur uap air menempel di kaca mobil. Udara aspal bercampur air hujan pun begitu sedapnya kucium.

Suasana mengharu biru ketika setitik dua titik air hujan membasahi atap kuda besiku. Sontak dalam hatiku nyanyikan nada puja puji mensyukuri hujan yang sebentar lagi bahkan sedetik lagi akan kurasakan sepenuhnya.

Akhirnya gelayut hitam yang kulihat tadi menjadi guyuran hujan yang indah. Irama hujan menerpa dedaunan seakan bernada dasar C dengan tempo riang gembira.

Selebay itukah?..” Haha, begitu gumanku.

Itu cerita sehari kemarin, tapi bagaimana dengan malam ini?

Langit masih menjanjikan  cintanya, sama halnya sehari sebelum  kemarin.  Akan tetapi malam ini sedikit berbeda, masih tersisa cerita semalam, tentang tarian hujan dan nyanyiannya.

Oh hujan aku masih merindukanmu, sama hal nya aku merindukan mantan pacar yang sedang terlelap saat ini bersama buah cintaku dengannya.

Duh kangen ini sungguh luar biasa, aku masih merindukanmu hujan.
image

One thought on “Aku masih merindukanmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *