Aku menantangnya.

Tiada kata terlambat untuk melangkah, menguatkan kepalan, menegakkan dahu, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Menikmati setiap detiknya membuatku sedikit lebih baik, walaupun sebenarnya tidak demikian. Sama halnya dengan sakit gigi, tinggal pintar-pintat saja menahan sakit dan mengalihkan perhatian.

imageKadang self motivation yang seperti itu membuat diriku seakan dipoles, dipermak habis, dicuci bersih oleh Nya.

Segala sesuatunya akan terdengar klasik bila kusebut semua ini adalah karena “aku mengikuti arus, dan mengalir apa adanya..”

Tidak demikian, memang karena aku yang memilih. Aku yang memutuskan. Bukan karena, bukan pula oleh karena, tapi ini adalah sebuah pilihan. Yang sesadar-sadarnya adalah jalanku.

Bukan aku mengalah oleh keadaan, akan tetapi aku menantang keadaan.

Sekali lagi aku menatangnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *