Cerita sebelum tidur

Malam ini tepatnya pukul 01.33 ketika saya memulai monologi ini. Dik Jus belum juga terlelap, nampaknya menanti dengan sabar mamaknya yang sedang bewayang ria di depan kaca.

Memang ada benarnya lagu Bang Rhoma yang mengatakan begadang kalo ada perlunya saja, dan hampir setiap malam ‘ada perlu’ neh.hik hik, jadinya begadang terus.

Iyap beberapa pekan belakangan ini mamaknya djus dan bu nariknya asik mebanting kiri kanan si siyon, dan saya menjadi mentoring dadakan, hehe, puji syukur masih bisa mengajari walaupun bukan expertnya.

Nah ini pun sekarang Dik Jus masih jungkir balik,
“hadeh Nak Nak, ini melekan beneran ini…”

Jadi teringat 2 minggu yang lalu ketika kami, saya Djus dan Mamaknya mengukur dan mengaroma aspal dari Sangeh, air terjun Nung Nung kemudian menuju Jembatan Bakung hingga bermuara di Kintamani.

Jiah ga terasa ternyata, sambil mengenang memori sewaktu masih pacaran dulu. Kalo dulu berjalan berdua saja, namun sekarang berjalan bertiga, sungguh kebahagiaan yang tak terhingga.

image

Ketika memasuki daerah Catur Kintamani saya sempatkan membeli sekeresek jeruk segar, manis besar besar dan dagingnya banyak.

image

Hamparan pemandangan hijau terpangpang indah, udara yang menginjak senja tetap terasa sejuk hingga AC tak kunjung nyala, bukan karena mau hemat loh yah. Haha.

Jalan makin menanjak dan berliku, udara bukan lagi sejuk tapi mulai dingin. Dan akhirnya kami tiba di Kintamani.

“Hore akhirnya nyampe,..” begitu guman saya sambil memarkir siyon yang tak nampak lelah sedikit pun.

Kami tiba di Kintamani kurang lebih jam 4 sore, matahari masih lumayan tinggi dan langit begitu cerah.

Barisan gunung Batur dan hamparan danau Batur tidak pernah membuat bosan untuk dikagumi.

Nah ini sedikit oleh-olehnya.

image

Sambil selfie tentunya, hehe…

image

Setelah beberapa saat meluruskan pinggang kami pun meluncur balik ke Denpasar, full fun dan ga capek secuilpun. Djus sudah 2 kali bubuk, perjalanan pulang mamaknya yang bubuk dan sendirilah saya..krik..krik..krik

Okay sudah jam tablet sudah menunjukkan jam 02:02 dini hari, akhirnya kedua belahan jiwak saya pun terlelap.

Dan mari kita akhiri monolog kali ini, dan selamat beristirahat.

Terima kasih.

3 thoughts on “Cerita sebelum tidur

  1. Tria Suhartiningsih says:

    Wah..ini pengalamannya hampir sama Bli… Menyusuri jalan Kintamani, membeli sekresik jeruk dan berlabuh sampai perbatasan Desa Trunyan. Mantap sekali..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *