Integrasi Prestashop ke Paypall yang punya cerita

Tiada yang lebih indah ketika menyambut weekend, persiapan melakukan aktifitas yang sedikit berbeda dengan rutinitas. Namun apa yang terjadi ketika client yang lama sudah sukses dengan online shopnya tiba-tiba muncul dan mengatakan

“Upgrade saya gagal ke versi terbaru, backup sempat saya lakukan dari dashboard admin dan ketika rollback gagal juga, mohon dibantu…”

Dan akhirnya kembali menjumpai sahabat framework yang lama sudah tidak saya sentuh yakni Prestashop dengan versi baru di 1.7.4.4.

Saya ingat ketika awal menggeluti hobby ‘bermain’ dengan open source semacam WP dan Joomla yang lebih fungsionalitas ke blogging, opensource untuk e-commerce yang saya sentuh pertama kali adalah Prestashop, kala itu masih versi 1.3.

Prestashop itu keren, komplit dan complicated menurut saya. Tidak bisa setelah install bakal langsung familiar, akan tetapi butuh beberapa lama untuk memahami proses di dalamnya. Baik dari produk, kategori, inventarisasi, invoicing, dan integrasi ke third party untuk paymentnya. Pokoknya ruwet kalo liat pertama kali.

Ah itu penggalan cerita masa lalu, trus kembali ke atas. Nah karena ini online shop client saya ini sudah memiliki buyer tetap dan pastinya adanya error yang membuat website tidak terakses akan berdampak, pastinya dari sisi bisnisnya.

Karena ini krusial dan terjadi di live production jadi sesegera mungkin website harus up and running.

Jadi saya menawarkan beberapa 2 opsi yakni restore backup manually atau fresh installation dengan latest version. Kedua opsi tersebut punya pro cons.

Dan disepakati bahwa dalam 2 hari website kembali normal.

Yup opsi pertama manual restore.

Setelah menghabiskan malam sabtu di CPanel, mencari autobackup dan dan db backuup, akhirnya saya menemukan autobackup di folder admin, cuma ga tau ini backup bakal jalan apa ga setelah di restore.

Beberapa tutorial menyebutkan hanya dengan 2 langkah mudah, pertama bersihin semua file folder di public dan ganti dengan file backup. Kedua drop semua table di database dan import backup db yang ada. Keduanya sukses dilakukan akan tetapi website tetap tidak bisa diakses dan mendapati Internal Server Error.

Akan tetapi tidak mudah..hik hik hik.. setelah menghabiskan malam dengan error code 500, akhirnya saya putuskan untuk opsi fresh installation sekalian upgrade version.

Lanjut opsi kedua fresh installation,

Opsi kedua ini mudah hanya butuh klak klik klik, jadi. Namun butuh waktu di back up email-email saja yang awalnya saya kira akan terdampak kalo menginstall ulang prestashop, eh ternyata tidak. Baru diingat-ingat iya sih gag terdampak, karena setup mail di cpanel terpisal dengan installasi prestashop, dan ah sudahlah.

Selamat datang di Dashboard pretashop 1.7.4.4

Kalau tidak salah ingat terakhir mungkin 2 tahun yang lalu saya terakhir mondar-mandir di dashboard prestashop yang kala itu versi 1.6 + +. Cukup banyak perubahan, tapi ingatan cepat kembali pulih dan bisa cepat memulihkan web baik dari sisi tampilan dan konten di dalamnya. Khusus untuk kategori dan produk, selama sudah ada data bisa sangat cepat kita input kedalam web dengan menggunakan fungsi import dari ms excel.

Integrasi ke Paypal payment.

Nah ini yang membuat menyenangkan menggunakan platform prestashop terkait payment yang disediakan. Modul payment ke paypal tersedia gratis dan tinggal pakai, hanya sedikit effort di konfigurasinya

Dalam melakukan transaksi ke beda mata uang, client saya ini sudah aktif menggunakan paypal sehingga integrasi di versi yang baru ini pun  musti dilakukan. Awalnya garuk-garuk kepala juga, tapi setelah menjelajah forum dan sempat putus asa dengan membaca quote dari paypal team yang mengatakan bahwa module paypal yang integrate ke prestashop masih buggy.  Di versi 1.6 mudah, hanya perlu screet ID dari paypal akun kita, dan disimpan di web prestashopnya.

Error yang saya dapati adalah bla bla something yang salah di paypal credentialnya. Ahh, bisa jadi begadang ini malam minggu.

Beberepa menit lompat dari forum ke forum yang lainnya, dan ada sedikit titik cerah mengapa error ini terjadi karena adanya kesalahan config disisi prestashop, yaitu ketika module sukses terinstall integrasinya itu ke sanboxnya paypal. Sandbox ini biasa pake untuk testing environment sebelum ke Live Paypal environment. Jadi ketika proses aktivasi modul paypalnya kita harus buat akun sandbox di paypalnya, nah disini kelirunDi prestashop sandbox konfigurasinya mengarah ke live paypallnya, jadinya error mulu.

Akhirnya saya sukses integrasi dengan mereset modul paypal yang sudah terinstall, kemudia meninstall ulang modulnya. Nah karena saya tidak perlu melakukan testing dan langsung koneksi ke live paypall jadi konfig sandbox saya OFF kan sebelum melakukan aktivasi. Proses selanjutnya sama, activasi module kita akan mengarahkan ke API manage di akun paypallnya, jadi tidak ada copy paste screet code API pada versi sebelumnya.

Dan akhrinya wallaa…

Setelah mendapati success mesage diatas saya melakukan testing di live paypall, paling tidak integrasi sukses checkout dan memilih payment dengan paypall.

Syukurlah step tersebut terakhir yang musti saya lakukan dalam membantu client saya. Jadi pelajaran yang bisa didapat dan saya sampaikan ke pemilik web prestashop adalah pastikan melakukan backup website, pastikan backup dilakukan, restore sudah dibuktikan bisa dilakukan, dan fitur-fitur di versi yang baru sudah tersedia (terkait compability module prestashop).

Yah kalo ada temen-temen blogger memilih prestashop sebagai onlineshopnya mungkin kita bisa ngobrol-ngobrol karena prestashop systemnya komplit buat jualan online.

Sekian postingan kali ini, kalo gag ada faedahnya diabaikan saja yah..tapi saya berharap ada manfaatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *