Nyawa banting harga

Belum berselang berapa lama setelah publik di Inggris sana digegerkan oleh serangan bom di konsernya  Ariana Grande. Targetnya masih sama seperti aksi teroris yang sudah sudah yakni pusat keramaian. Saya kutip dari salah satu berita online menyebutkan tak lebih dari 22 orang dinyatakan tewas dan 59 mengalami luka.

Dan masih belum tuntas pemberitaan bom tersebut, eh kemarin negara tercinta kita Indonesia kembali disuguhkan oleh aksi bom di terminal Kampung Melayu, JakTiim.

Ahh, tidak 1 atau 2, tetapi 5 korban tewas yang diantara 3 adalah polisi.

Apalah motif dari bom bunuh diri ini selain menunjukkan kepada kita bahwa mereka (red.teroris) masih mengakar di Indonesia, dan menebar rasa khawatir dan teror.

Saya sebagai pribadi berkemanusiaan sangat mengutuk aksi tersebut, aksi-aksi yang sudah sepantasnya tidak lagi menjadi pemberitaan media.

Entahlah apakah sebuah nyawa sudah banting harganya saat ini, sehingga dijual murah bahkan digratisin untuk sebuah yang tidak memberikan faedah apapun kepada negeri kita Indonesia.

Sepatutnya kita kembali mewaspadakan diri kita, mulai mengurangi rasa acuh tak acuh dan kenali lagi lingkungan dan dimana kita berada. Bila ada tindakan mencurigakan, atau mengarah ke perbuatan yang merugikan khalayak banyak seperti aksi teror mari kita laporkan ke pihak yang berwenang.

Jangan biarkan jatuh lagi korban jiwa, jangan biarkan lagi diantara kita harus kehilangan sanak keluarga karena hal yang tidak sewajarnya.  Dan jangan pernah mempublikasikan foto-foto aksi teror tersebut karena semakin banyak pemberitaan maka akan semakin menimbulkan rasa khawatir yang sangat. 

Kita dukung bersama aparat dan pihak yang berwenang mengusut tuntas kasus teroris tersebut.

Saya berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang menjadi korban bom bunuh diri terminal Kampung Melayu, semoga keluarga diberi ketabahkan oleh Yang Maha Kuasa.

Salam dini hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *