Sisa cerita di tikum kemarin

*** Tampak wajah teman-teman mulai cemas, beberapa kali pertanyaan jam berapa kita akan berangkat. Sebanyak itu pula saya meyakinkan teman-teman untuk bersabar menunggu semua peserta berkumpul di tikum..***

Pagi ini jam 4 pagi weker sudah berbunyi, saya terbangun dengan sedikit terpaksa. Mata masih berat seperti masih terhimpit. Terdengar suara ibu sudah mulai sibuk, sepintas terlihat sudah rapih. Iyap, pagi ini Bapak dan Ibu jalan-jalan ke Jogja, dan saya kebagian untuk mengantar ke bandara. Akhirnya umur mendekati setengah abad baru kesampaian jalan-jalan yang cukup jauh, dan pastinya memberikan pengalaman lebih buat mereka berdua.

Dan iyap pagi ini saya pun ada event yang tak kalah kerennya, yakni acara temu keluarga atau bahasa kerenya Family Gathering SIC chapter Bali. Banyak persiapan telah dilakukan, mulai dari perencanaan acara, budget, sponsor dan kopdar saban minggu. Baru kali ini dalam sejarah saya teman-teman pada mau rajin kopdar, luar biasa. Tibalah akhirnya hari tersebut tiba, dan WA sudah krang kring saja dari semalam.

Segala sesuatu sudah siap, KR (kendaraan) sudah siap dan akhirnya saya menuju Tikum bersama keluarga. Untuk Tikum kami sepakati di mini market AlfaMart kiri jalan sebelum pasar Beringkit.

Awalnya saya kira segala sesuatu akan berjalan baik dan sangat berharap tidak ada masalah yang terjadi di menit terakhir. Tapi begitulah, telpon berdering dan..

Panggilan masuk dari Om Dimas.,

“Om ini tempat saya buat spanduk belum buka, tidak seperti biasanya jam segini belum buka. Saya harus bagaimana sekarang? Apa tunggu apa gimana yah? saya sudah dari setengah jam yang lalu nunggu di sini” tutur Om Dimas.

Jreng, jreng..Padahal spanduk mustinya sudah harus kelar sehari seblum acara, dan nampaknya molor di tempat pemesanan spanduk. Akhirnya saya minta menunggu lagi 30 menit dan putuskan berangkat bila dalam jangka waktu tersebut belum rampung.

Sementara saya meluncur ke tikum dan nampak beberapa KR sudah tiba, sudah terpantau Om Tangkas, Om Rijal dan Om Kharis sudah duluan nyampe, termasuk juga dari pihak sponsor sudah menunggu dari beberapa menit yang lalu. Sempat menyapa sebentar dan bergegas saya menyerahkan attribut konvoi.

Mendekati jam 9 beberapa kali saya perhatikan Om Tangkas dihubungi oleh pihak resto agar diharapkan tidak terlambat.  Akhirnya jam melewati jam 9, teman-teman mulai saling bertanya jam berapa kita berangkat. Saya kembali mengingatkan bahwa kita masih menunggu spanduk dan HT. Untuk HT sudah disiapkan Om Adam dan masih dalam perjalanan.

Satu persatu KR sudah ada di tikum kecuali Om Dimas, Om Adam dan Om Eko. Kemudian, Om Yoni membisikkan saya bahwa kita mendapat liputan dari media Bali Express dan sesi wawancara pun dimulai.

Seusai sesi wawancara kita melakukan briefing HT dan teknis konvoi. Sungguh seru, karena tidak semua teman-teman pernah mengoperasikan HT.

Mendekati 9.30 tampak wajah teman-teman mulai cemas, beberapa kali pertanyaan jam berapa kita akan berangkat. Sebanyak itu pula saya meyakinkan teman-teman untuk bersabar menunggu semua peserta berkumpul di tikum.

Briefing kelar, tinggal 1 KR yang belum datang. Om Eko belum datang..setelah di kontak Om Yoni akhirnya kami mendapatkan dimana posisi Om Eko. Sambil menunggu kami menyiapkan KR untuk line up konvoi.

Ha..ha..ha.. sama halnya dengan pembagian HT, atur posisi KR pun tidak kalah seru. Maju mundur kiri kanan, semua sibuk. Penghujung keberangkatan akhirnya KR terakhir tiba, gerak cepat  pasang sticker dan briefing konvoi dan kita berangkat menuju check point pertama di RM Saras Baturiti.

Dalam perjalanan pun kami mulai menyesuaikan dan sama-sama belajar menyampaikan informasi lalin. Total KR dari DPS menuju Singaraja mencapai 14 KR. Banyak guyonan garing awalnya, masih ga nyambung. ha ha ha, seiring waktu semua akhirnya fasih dan fun.

Tanpa terasa kami sudah tiba di check poin RM Saras dan all crew lanjut lunch sebelum nanti menuju tikum 2 di taman kota Sukasada.

Besambung…

2 thoughts on “Sisa cerita di tikum kemarin

  1. Al***art sebelum pasar beringkit, berarti di Mengwi depan I****art ?!? Emang tinggalnya dimana ? Saya tinggalnya di Kediri Tabanan Om .

    Selamat dengan rumah barunya, semoga tambah tahun menulis. Karena kalau gak rajin nulis malu dengan rumah barunya 😆

    • Si Gede Si Gede says:

      Hi Mas,

      Saya tinggal di seputaran Kerobokan Mas. Haha makasi makasi,yah semoga aja gitu mas.rumah baru jadi rajin nulis..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *