Cuaca extrim, waspadai disharmonisasi

Akhir-akhir ini kalo diperhatikan yah, suhu udara lebih dingin dari biasanya. Dinginnya terasa menusuk hingga lapisan kulit terdalam bahkan terasa sampai ke tulang.

Tidak hanya dingin saja, hembusan angin yang terasa tiba-tiba kemudian lenyap setelah menghempas kulit juga memberikan gambaran betapa cuaca sedang dalam amplitudo tertingginya.

Bila kondisi alam tersebut diatas dikaitkan dengan kondisi tubuh maka hal serupa pun tampak. Kadang badan terasa hangat dengan sendirinya ditandai hangat yang menyebar dari punggug bawah kemudian menyebar hingga ke pundak.

Demikian juga kalo diperhatikan dengan selera makan, selera makan kok rasanya meninggkat. Keinginan akan rasa pedas kemudian hangat frekwensinya pun lebih dari biasanya.

Biasa jadi juga yah karena alam menunjukkan suatu perubahan maka badan pun mengikutinya, seakan menyeimbangkan begitu. Alam yang rada dingin maka badan pun rasanya membutuhkan asupan serta kondisi yang mampu mentralisir kondisi sekitarnya.

Nah apabila ternyata yang terjadi adalah sebaliknya maka kondisi badan akan melemah bahkan mengakibatkan yang namanya sakit atau gangguan terhadap kesehatan.

Bila saya amati dari beberapa kondisi serta gejala yang terjadi pada keluarga saya, mulai dari Ibu, istri serta adik-adik saya yang belakangan ini mengalami gangguan kesehatan nampak jelas bagaimana sistem kekebalan tubuh sedang diuji.

Misal serangan angin dingin yang mengakibatkan hingga terhambatnya pergerakan Qi dalam meridian hingga menyentuh aktivitas organ tertentu.

Hal tersebut bisa menampakkan gejala seperti yang dialami Ibu saya.

Jadi keluhan yang dirasakan adalah hampir seluruh badannya terasa sakit semacam ditusuk-tusuk, sendi-sendi juga terasa sakit bahkan menggerakan sedikit pun tenaga tidak ada, beberapa bagian kulit pun nampak ada semacam lebam keunguan muncul dengan sendirinya,  susah tidur kemudian BAB tidak pada jam yang semestinya dan warnanya cenderung kuning kehijauan, kemudian disertai demam dan sederetan gejala yang mengarah ke penegakan diagnosa bahwa telah terjadi serangan angin dingin.

Melihat kondisi tersebut diatas maka penanganan cepat dan terstruktur dengan cara tradisional pun saya lakukan.

Mulai dari treatment dengan metode akupunktur serta teknik penghangatan lainnya kemudian perbaikan asupan, hingga pantauan terhadap jam istirahatnya.

Puji syukur keluhan yang dialami Ibu saya berangsur-angsur berkurangan dan selama proses treatment tersebut, aktivitas rumah tangga pun masih tetap biasa dilakukannya.

Dan selama proses tersebut tidak menyentuh namanya pil, sirup atau entah apapun namanya produk keluaran farmarsi. Karena pengalaman Ibu bersentuhan dengan produk-produk medis selalu menimbulkan efek yang sama dengan keluhan utamanya. Maka Ibu lebih senang kalo ditangani dengan cara-cara tradisional.

Penanganan dengan cara tradisional untuk keluarga saya rasa mutlak untuk dilakukan oleh setiap anggota keluarga. Metode sederhana, akurat, tidak menimbulkan efek yang berujung pada keluhan lainnya.

So sebagai akhir sesi berbagi kalo ini, ada baiknya kita senantiasa menjaga kesehatan dengan memperhatikan bagaimana manifestasi alam.

Karena saya menyakini bahwa sesungguhnya yang namanya sakit adalah diakibatkan oleh disharmonisasi.

Selamat pagi

image