Kerja Freelance untuk Software Tester

Dengan adanya wabah covid-19 ini seakan-akan membuat semua orang menjadi aktif dan produktif. Saban hari selalu ada penawaran ataupun promo iklan masakan rumahan di wall saya. Tidak hanya itu, masyarakat juga saya perhatikan menjadi lebih sigap, tanggap dan makin peduli satu sama lainnya. Walaupun adat dan tradisi di Bali untuk kegiatan sosialnya sangat kental, namun dengan adanya wabah covid ini tidak membuat kegiatan-kegiatan adat menjadi luntur, namun malah menjadi sangat flexible sehingga segala kegiatan adat, upakara di Bali sejauh yang saya perhatikan tetap berjalan dengan tanpa mengurangi maknanya.

Seperti yang saya katakan di awal tadi bahwa semua orang menjadi aktif dan produktif itu menandakan bahwa karakter masyarakat kita yang cepat beradaptasi dengan kondisi, terlebih lagi teknologi yang sangat mendukung saat ini. Kalo saya mengatakan internet adalah sangat berperan maka saya kembali bercerita tetang masa lalu, tak perlu menegaskan bahwa internet itu penting akan tetapi internet adalah kebutuhan primer saat ini, selain sandang, pangan dan papan.

Saya merasa memilki kewajiban untuk ikut berperan dalam kegiatan sosial sesuai kemampuan saya, siapa tahu masyarakat ataupun teman-teman blogger yang membutuhkan informasi tersebut bisa mendapatkan nilai dari informasi yang akan saya bagikan.

Kali ini saya akan mencoba sedikit berbagai informasi tentang pekerjaan freelance yang bisa temen-temen dapatkan di internet sesuai dengan keahlian dan kemampuan yang ada. Namun informasi ini akan tepat  bila semua syaratnya terpenuhi, sebagai berikut;

    1. Apakah teman memiliki koneksi internet?
    2. Apakah teman bisa berbahasa Inggris (minimal membaca baik) ?
    3. Apakah teman memilki PC, Laptop, Mobile device berbasis android, windows atau iOS)
    4. Apakah teman tidak asing dengan terkait IT terutama software development, software testing, QA dll?
    5. Apakah teman menyukai belajar hal-hal baru, terutama terkiat IT?


  Bila teman-teman menjawab Ya paling tidak untuk 3 pertanyaan di atas maka syarat utama sudah terpenuhi, namun perlu persiapan untuk memenuhi 2 hal selebihnya, yang menurut saya itu bisa di dapatkan dengan belajar sendiri.

Okay, saya tidak akan muluk-muluk untuk menjelaskan berapa banyak freelance platform diluaran sana, saya akan coba mengkhusus dengan bidang saya yaitu software testing. Penjelasan mengenai apa itu software testing bisa di googling dengan sangat mudah dan informasi lengkap bertebaran di luar sana. Namun bila ingin mendapatkan sebuah pengertian yang  baku maka  bisa membaca sylabus ISTQB untuk foundation level.,dan dua platform yang sudah saya coba dan cukup mudah untuk bisa langsung kerja adalah Bug Finder dan Tester Works.

Seperti pada umumnya freelance platform temen-temen harus mendaftar dan menjawab beberapa pertanyaan yang menjadi bagian dari proses registrasi serta temen-akan diminta untuk mendaftarkan device yang akan digunakan nanti untuk testing.

Untuk jenis testing adalah scripted dan non-scripted. Non scripted artinya kita diminta langsung melakukan testing dengan aplikasi baik web ataupun mobile yang telah disiapkan kedua platform tersebut. Nah untuk scripted testing hanya ada pada Tester Works, dimana kita diberikan list test case untuk di jalankan.

Non-scripted testing menggunakan pendekantan exploratory serta untuk mendapatkan bug harus cepet-cepetan dengan tester lainya serta melalui proses verifkasi. Sering kali bug yang kita temukan sudah ditemukan oleh tester lainnya, dan itu menjadi tantangan tersendiri perkerjaan ini.  Demikianpun untuk testing dengan menjalankan test case, kita harus bisa mengoptimalkan waktu ketika menjalankan test cases. Dari testing cycle dengan test cases, walaupun kita sudah di dalam cycle testing tersebut sering kali dari sekian banyak test cases saya hanya kebagian beberapa saja. Mengenai berapa bayaran yang kita terima dari testing di kedua platform diatas itu bervariasi, bisa sampe 15 euro untuk kriteria bug tertentu. Tergantung cycle dari masing-testing platform. Dan pasti dibayarkan, dengan nilai minimum yang telah di tetapkan oleh masing-masing platform tersebut.

Untuk platform Tester Works yang pasti temen-temen di bayar tanpa harus balap-balapan mencari bug adalah masuk ke cycle testing dengna test cases, hanya saja invitationnya sangat jarang saya dapat, paling tidak dari pengalaman hanya ada beberapa kali invitation dan itupun jamnya tidak sesuai dengan yang saya harapkan.

Oh iya, untuk temen-temen yang menggunakan aktifitas freelancing ini sebagai pekerjaan tambahan mengisi waktu, maka test invitationnya bisa kita set di masing-masing platform tersebut. Misal saya ikut di Bug Finder dan hanya available pada saat weekend, maka bila ada test cycle di hari tersebut maka biasanya banyak invitation yang masuk.

Saya ingat dengan salah satu tips yang dulu  pernah di share oleh salah satu teman yang sudah lama bergelut di remote testing Kang Bayu Ari, untuk selalu menerima invitation test ketika kita benar-benar siap, jangan pernah menerima invitation kalo kita tidak siap atau mengikuti cycle testingnya.

Jadi setelah teman-teman membaca sedikit ulasan diatas mungkin ada yang bertanya sudah berapa ratus uero dan dollar yang Bli Gede Hadi dapatkan. Dan saya pun akan tersenyum mengatakan belum mencapai ratusan, baru puluhan. Paling tidak ada bukti bahwa kedua platform diatas memberikan kita penghasilan tambahan.

Pada postingan ini saya tidak akan memberikan tips dan triks karena sayapun masih proses mencari pola dan bagiamana managemen waktu yang ideal untuk seorang pekerja kantoran. Jadi sejauh ini freelance untuk kedua platform di atas untuk mengasah dan latihan intuisi seorang software tester. Akan tetapi kembali pada awal saya menulis tadi bahwa, yang saya jelaskan adalah sebuah peluang yang bisa diambil untuk menjadi aktif dan produktif ditengah wabah saat ini.

Sepertinya itu saja yang bisa saya bagikan pada tulisan singkat ini, untuk lebih jauh bisa WA saya bila teman-teman butuh informasi lanjutan ataupun ingin memulai profesi software testing, silahkan saja dengan senang hati saya akan menjawabnya.

Ada 2 lagi platform yang masih belum bisa saya tembus test cycle nya karena segala keterbasan yaitu crossover dan upwork. Nanti kalo sudah pernah pecah telornya baru saya akan share ke teman-teman.

Yak, itu aja dulu ceritanya, salam hangat dari Rumah Kedua dan tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *