Menu terspesial di hari raya Galungan dan Kuningan

Hari ini adalah Manis Kuningan dan rangkaian hari raya pun mulai usai akan tetapi aroma tape ketan masih memenuhi kulkas, hehe.

Galungan beberapa hari yang lalu pun demikian, tape ketan menjadi seakan-akan penawar dari daging babi yang menjadi ikon kuliner di rentetan Galungan Kuningan.

Tapi sebelum itu kita bahas dulu makanan terspesial nomor 1.

Olahan daging babi dengan lawar menjadi sangat spesial dikala Galungan, rasanya gurih membuat seketika melupakan lemak dan kolesterol jahat untuk beberapa waktu.

Selain menggunakan nangka, pangkal batang pisang (bungkil) pun sering dipakai bahan dasar olahan lawar.

Penggunaan darah tidak terlalu wajib, jadi berhubung juga keluarga tidak ada yang begitu gemar dengan “warna merah” lawar makanya jadilah lawar putih alias non darah.

Sayur atau jukut ares juga menjadi salah satu primadona di dapur dikala hari raya, semacam kombinasi yang saling melengkapi dengan lawar.

Kemudian, makanan terpsesial nomor 2 yang menjadi penanda bahwa hari-hari tersebut masih suasana hari raya yaitu tape ketan.

Tape ketan yang beraroma alkohol hasil fermentasi ketan dan ragi pun menjadi makanan penutup yang sangat menyegarkan.

Kombinasi tape ketan dan jajan uli menjadi pasangan yang sangat harmonis. Pokoknya kalo belum kena ini rasanya Galungan belum lewat.

Kalo di tempat temen-temen blogger apaan tuh yang spesial? Kali aja kita bisa saling tukar di Galungan yang akan datang.

Yuk, segitu aja dahulu. Saya mau menuntaskan rangkaian hari raya sebelum kembali ke rutinitas yang mengasyikkan.

Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *