Modifikasi tipis-tipis Honda Beat FI, berlanjut.

Setelah beberapa waktu yang lalu saya melakukan sedikit ubahan pada Honda Beat Fi dan setelah dijajal dengan riding saya menemukan beberapa ubahan yang mungkin perlu dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan. Akhirnya saya putuskan melanjutkan project Beat Fi ini ke tahap selanjutnya, karena pupusnya harapan untuk meminang matic baru..hik hik.

Sebetulnya modifikasi yang saya lakukan sebenarnya bertujuan meninggkatkan kenyamanan saat berkendara, walaupun sudah mengalami ubahan pada beberapa bagian ternyata masih ada yang kurang, misalnya..

Lampu.

Modifikasi lampu dengan menganti lampu utama bohlam dengan LED serta tambahan projie atau projector tidak memberikan penerangan yang cukup ketika dibawa ridding pada malam hari ataupun menjelang gelap. Lamput LED projie akhirnya saya ganti dari LED versi 1 tanpa Hi-Low beam dengan versi 2 yang ada high-low beam, dan hasilnya tidak signifikan. Lanjutan saya upgrade dengan mengganti lamput utama dengan LED RTD 6 sisi yang cukup terang menurut saya, walaupun sedikit menyilaukan lawan kalo pas kena titik fokus lampu.



Namun setelah dipakai riding malam untuk membelah kegelapan Desan Munduk menuju Bedugul pada saat gelap, baru saya menyadari pilihan RTD 6 sisi masih belum mencukupi untuk menembus gelap yang agak panjang.

Sehingga ubahan terakhir di penerangan dengan menganti lampu menjadi menggunakan projie kembali dengan cahaya yang sedikit lebih padat dan bisa menembus jarak yang lebih jauh, yaitu dengan menggunakan Vahid Sniper seri E3, dan sedikit pemanis di lampu senjanya.

Dan saya puas dengan tebalnya cahanya serta cut-off bilednya.

 

 Posisi riding.

Dengan posisi standard Beat yang agak ceper menurut saya, dan kurang begitu pas bila dipake untuk berkendara melintasi bukit beraspal, dan setelah lama mepertimbangkan akhirnya saya lakukan ubahan pada posisi riding dengan meninggikan shock depan sepanjang 6 cm dan shock belakang dengan peninggi cor 5 cm. Tinggi badan saya 170cm terasa sangat pas dengan tinggi motor yang naik dari standardnya.



Selain meninggikan shock depan dan belakang, jok Beat bawaan sangat tipis dan tidak nyaman untuk dibawa riding yang agak jauh sedikit. Walaupun sempat saya menambahkan jaring yang selain memberikan sirkulasi udara dan mengurangi licin ternyata, punggung terasa pegal bila posisi riding santai. Setelah memutar mencari referensi akhirnya saya menemukan jok custom di toko online yang cukup ok menyangga tulang ekor dan paha.

Handling.

Beat standar dengan ukuran ban depan 80/90 dan belakang 90/90 tidak terlalu aman buat cornering, terasa ban tidak nge-grip. Melihat beberapa ulasan tentang ukuran ban yang bisa di aplikasikan ke Beat, akhirnya saya mengganti profile ban dengan, depan 90/80 dan belakang 110/80 ban. Dengan ukuran tersebut ban lebih lebar dan pada saat cornering terasa lebih stabil. Pilihan saya Michelin Pilot Street, yang cocok untuk berbagai kondisi aspal.

Hanya saja, dengan ban yang lebih lebar otomatis saya harus kembali menggunakan shock ori, kalo menggunakan shock after market tidak cukup. Sungguh di sayangkan.

Kokpit.

Beberapa gonta ganti holder HP, akhirnya saya menemukan yang benar-benar pas buat saya. Holder berbahan metal, dijepit di spion dan sangat rigid. Begitu pula dengan sumber daya tambahan berupa USB charger, akhirnya saya menemukan USB charger plus colokan korek 12v di jepit pada universal holder di spion. 2 komponen tersebut wajib ada di kokpit saya. Dan plus, voltmeter display di bawah spedometer untuk mengetahui kesehatan aki.

Standar.

Dengan naiknya tinggi motor otomatis standar samping dan tengah menjadi kependekan, haha dan tidak berguna. Akhirnya saya ubah dengan standar KW untuk Vario. Kinclong dengan crome, tapi sayang hanya kepake 3 bulan, dan akhirnya patah. Kembali saya melirik standar ori dengan menambahkan 5 cm pipa agar standar menjadi jangkung dan bisa pas menyangga motor.



Dengan beberapa ubahan tersebut saya kira untuk keperluan riding dan touring saya sudah sangat mencukupi. Saya belum ada rencana untuk menaikan performa mesin, karena sampai saat ini saya masih berfikir 110cc injeksi masih sangat cukup buat keleliling-keliling di Bali.

Salam hangat dan sehat selalu dari Rumah Kedua 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *