Nasi Kuning Pemecutan in Memories

Tiada malam yang paling menyenangkan selain malam sabtu, catat bukan sabtu malam..haha. Kalo sabtu malam itu buat para muda mudi yee.

*****

Tadinya saya dan nyonya main ke supermarket bangunan yang ada diseputaran Gatsu, maklumlah proyek masih dikebut dan perlu segera menyiapkan keramik..semangat kaka. Selepasnya dari toko bangunan kami mengitari Denpasar sambil mendengarkan lagu nostalgia dulu sewaktu masih pacaran sama bini. Mengingat kembali masa-masa kita saling mengenal satu sama lainnya. Cie cie, pas banget keputer lagunya Maroon 5 yang “memories”, ahh mesra beuddd.

Beberapa kali De Agus interupsi karena ga kebagian ngobrol..haha, begitulah. Dan si bintot mulai terlelap dipangkuan mamaknya. Jadi kami bertiga saja yang masih ON.

Melintasi jalan jalan Teuku Umar dan sebelum memotong perempatan Imbo dan Malboro kami memutuskan memutar haluan menuju Imbo, niatnya mencari nasi kuning, yah kali aja nemu nasi kuning Pemecutan yang saban kami melintas Denpasar selalu tutup.

Kali ini kami beruntung warung nasi kuning pemecutan masih buka dan ramai sekali. Segera saya menepikan Siyon, dan bergegas menuju warung nasi kuning Pemecutan.

Saya amati pembeli yang mengantri ternyata mereka semua membawa lembaran kertas kecil yang berisi nomor. Usut punya usut nomor tersebut adalah nomor antrian untuk memesan nasi kuning.

Haha, super unik sekali. Saya mengambil nomor antrian dan tidak sabar menunggu giliran memesan. Akhirnya nomor 6, nomor antrian saya dipanggil. 1 bungkus nasi kuning dengan lauk campur ayam dan daging sapi saya pesan dengan porsi 15 ribu. Buru-buru saya membayar dan segera menuju ke mobil untuk meng”unboxing”nya.

Kami buka bungkusannya dan inilah hasil review singkat saya bersama Agus dan Nyonya

Nasi, agak keras dan aromanya tidak seperti nasi kuning kebanyakan yang biasanya dominan aroma kunyit. Kalo nasi goreng pemecutan ini aromanya tidak keras dan rasa nasinya agak barbau asap. Istri bilang sih terlalu matang malahan nasinya, seperti bau hangus sedikit. Tapi bagi saya itu aroma yang unik..haha. maklum kali pertama mencicipi.

Lauknya, ayam, sapi, tempe manis dan belahan telor rebus dengan rasa bumbunya cocok di lidah. Memang tidak begitu spesial bahkan cenderung sederhana, namun kok terasa pas dengan nasi kuningnya.

Sambal, agak pekat merah kehitaman dan minyak cabenya terasa banget. Si Agus sampe kepedesan banget.haha

Pelengkap lainnya hanya irisan mentimun. Kalo ditanya bagaimana pendapat saya tentang nasi kuning pemecutan, saya suka aroma dan kesederhanaan lauknya dan pedas sambelnya gurih. 1dari 5 bintang saya beri 4 pastinya.

Sebelum rasa pedas hilang di mulut akhirnya kami melanjutkan perjalanan pulang. Sambil mendendangkan “memories”nya si Maroon 5.

Haha, yak sekian dulu postingan kali ini. Saya melengkapi peta untuk menemukan lokasi nasi kuning Pemecutan, barang kali ada temen-temen pembaca hendak kulineran.

Salam hangat dari Rumah Kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *