Sandal yang tertinggal dan wajah kota Denpasar ditengah malam

Setibanya di depan tempat cukur di seputaran Dalung, saya baru menyadari bahwa telah kehilangan sandal yang tadi saya pakai ketika menghabiskan sore di Lapangan Puputan Badung. Yah, ternyata 3 porsi tipat sate meninggalkan pedih, hik hik hik, saya kehilangan sandal.

Akhirnya setelah tiba dirumah dan menyelesaikan beberapa kewajiban dan saya putuskan kembali menjemput sandal yang mungkin tertinggal di area parkir Lapangan Puputan Badung, yah semisal pun tidak ketemu berati sudah saatnya ganti sandal, #2019gantisandal

Kerobokan menuju Denpasar lalu lintas cukup lengang, saya perhatikan jam sudah mendekati tengah malam. Melintasi ramainya Jalan Gajah Mada dan melirik gemerlap lampu sungai Badung, membuat saya ingin segera menepi dan mengambil beberapa gambar. Itu pula yang membuat saya berbegas untuk menemukan pasangan sandal yang tertinggal.

Memasuki area parkir saya mengingat kembali dimana tadi sore parkir dan akhirnya dari kejauhan nampaklah pasangan sandal saya. Wohooo, senangnya akhirnya berkumpul kembali sandal saya, haha.

Sungguh cerita cinta yang mengharukan yah, setelah berpisah sekian ratus tahun, beribu kilometer dan akhirnya bisa berpasangan kembali.

Ah sudahlah, karena sandal sudah ketemu dan mari kita lihat beberapa sisi kota Denpasar dikala malam atau tepatnya tengah malam.

Okay coba kita mulai lihat beberapa spot yang saya lalui, dan suasana yang nampak pada malam hari sungguh berbeda jauh dengan siang hari. Dan berikut adalah beberapa fotonya

 

Lapangan Puputan Badung
Perempatan Catur Muka
Pasar Badung (yang lama)
Sungai Badung
Jinggo Wisata
2 Bungkus Nasi Jinggo dan 1 Es Teh hanya Rp. 14.000,-

Setelah menepi di pinggiran Wisata dan menyantap Nasi Jinggo ala Denpasar, yang sangat murah meriah hanya Rp. 5.000 sebungkus akhirnya saya putuskan kembali pulang. Saya amati jam sudah menunjukan jam 1:30 wita, weh udah dini hari rupanya, dan pulang dengan perut kenyang.

Sekian cerita sandal yang tertinggal dan suasana Denpasar tengah malam, terima kasih dan selamat beristirahat.

7 thoughts on “Sandal yang tertinggal dan wajah kota Denpasar ditengah malam

  1. Avatar a! says:

    di luar urusan sandal yg ilang, sepertinya asyik sekali jalan-jalannya. yuklah kapan2 rage milu sik. apang ngidang ngopi bareng.

  2. Keren nih potretnya 😉
    Syukurlah itu sendal nemu. Ibu saya pernah jelong2 sore, biasa sih naruh sandal dilapangan. Gak pernah ilang. Terakhir, ilang beneran. Untung sandalnya udah sandal lama yg bentar lagi copot. 😂

    • Avatar Si Gede says:

      Haha..foto dari ponsel biasa yah sgitu2 aja hasilnya. Nahh pernah juga ngalamin yah sandal tertinggall, hehe sama sih sebenarnya, sandal sy dah lama cuma kasian aja kalo ga dicariin..xixi 😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat